Kiamat disebut dengan 19 kata.
(Kajian Semantik kata Al qariah dan Al Waqiah)
Dalam pandangan sains kiamat adalah sesuatu yang logis, seperti pendapat seorang dokter barnama Muhammad Taufiq ia mengatakan,” pada penghujung kehidupan dunia, kekuatan grafitasi yang mengikat gugusan galaksi itu akan melemah, untuk kemudian bintang-gemintang menjadi berserakan sebagaimana yang diindikasikan Al-Qur;an dalam surat Al-Infithar dan Al-Inshiqaq.,
Dari pernyataan ini mempertegas bahwa suatu hari akan terjadi fenomena yang dahsyat, semua kehidupan akan hancur bahkan bintang-bintang akan saling bertabrakan satu dengan yang lainnya sehingga musnahlah semua kehidupan di alam semesta, dengan terjadinya kiamat.
Dalam Al-Qur’an kiamat disebut dengan 19 kata diantaranya Yaum ‘Asir (hari yang serba sulit), Yaum ‘Azim (hari yang agung ), Yaum Masyhud (hari yang dipersaksikan), Al-Yaum al-Akhir (hari terakhir). Kesemuanya itu mempunyai makna kiamat.
Semua kata yang terdapat dalam Al-Qur’an tidak mempunyai makna yang sama, walaupun kata tersebut adalah murodifnya/persamaannya.
Seperti dalam surat Al-Qari’ah dalam surat tersebut kata kiamat menggunakan kata Al-Qari’ah, kata tersebut menggambarkan pukulan dan tamparan di saat-saat lengah. Pemandangan yang di jelaskan dalam kata Al-Qari’ah ini adalah pandangan kengerian material yang dibawah kengerian bayang-bayang itu dimana manusia sangat kecil dibandingkan dengan bayang-bayang material yang begitu besar.
Pada surat Al-Waqi’ah, kiamat disebut dengan Al-Waqi’ah yaitu sesuatu yang pasti terjadi dan tidak mungkin diingkari dan didustakan.
Kata Al-Waqi’ah dengan dibaca panjang pada huruf wawu dan dibaca sukun pada huruf terakhir hingga berbunyi ah, adalah serupa dengan tubuh yang diangkat keatas lalu dibiarkan jatuh meluncur kebawah. Maka akan terjadi perasaan yang amat menakutkan yakni akan terjatuh.
Dalam kata Al-Waqi’ah itu ditunjukan kepada alam rasa, yakni rasa orang-orang yang sangat ketakutan.
Dalam Al-Qur’an kiamat disebutkan dengan berbagai kata yang artinya sama, namun mempunyai perbedaan makna.
Seperti kata Al-Qari’ah dan Al-Waqiah kedua kata tersebut menceritakan tentang kiamat namun mempunyai makna dan tujuan yang berbeda dalam penggunakan kata tersebut.
1. Kata Al-Qari’ah lebih menekankan pada aspek matrial, yakni perbandingan antara manusia dengan alam semesta.
2. Kata Al-Waqi’ah lebih menekankan aspek rasa, yaitu rasa takut yang sangat besar.
Perbedaan ini bisa di lihat melalui ilmu semantik, yang mana dengan ilmu ini bisa menguraikan arti makna yang dikehendaki Al-Qur’an.
Dari berbagai literatur keilmuan baik sains maupun agama semuanya meyakini akan terjadinya kehancuran alam semesta yang disebut dengan kiamat.
Islam sebagi agama yang mempercayai datangnya kiamat telah mengabarkan kepada umat manusia tentang bagaimana terjadinya kiamat itu.
Sesuhngguhnya berbagai macam kata kiamat yang disampaikan Allah pada makhluknya bukan lain sebagai tanbih/pengingat, agar manusia terus berbenah diri menjadi lebih baik. Wallahu alam.
Sumber
Lajnah Pentashihan Al-Quran, Kiamat dalam perspektif al-Quran dan Sains (Tafsir Ilmi), Jakarta : Lajnah Pentashihan al-Quran, 2011. cet 1.
Prof. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an, Tafsir Tematik Atas Pelbagai Persoalan Umat (jakarta: Mizan, 199), cet. Ke-1.
Sayyid Qutub, Bukti-Bukti Hari Kiyamat Dalam Al-Qur’an, Penerj:Zainal Abidin ,Bandung:Pustaka Setia,1995.
Komentar
Posting Komentar