Mahabbah (cinta) ?
Oleh : Yusuf S
Cinta, suka, senang, sebenarnya apa sih ? Dalam Al Qur'an ada ngga kata cinta ?
Setidaknya ada 62 kali kata hubb disebutkan dalam Al Qur'an, dengan bentuk makna yang berbeda. Secara keseluruhan hubb sering diartikan dengan cinta.
Dalam kitab Al mufrodat fi Gharib Al Qur'an (kata-kata asing dalam Qur'an) Al Raghib Al ashfahani mengatakan kata hubb memiliki tiga makna.
1. Hubb bermakna iradah / sebuah keinginan
Seperti Dalam Alquran surat at Taubah:108.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
لَا تَقُمْ فِيْهِ اَبَدًاۗ لَمَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوٰى مِنْ اَوَّلِ يَوْمٍ اَحَقُّ اَنْ تَقُوْمَ فِيْهِۗ فِيْهِ رِجَالٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ
Janganlah engkau melaksanakan salat di dalamnya (masjid itu) selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih berhak engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang gemar membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri.
(At-Taubah [9]:108)
Hubb dalam ayat tersebut bermakna keinginan.
Cinta bukan hanya sekedar keinginan, tapi cinta lebih dari sekedar ingin. Bisa jadi benar setiap cinta adalah keinginan, namun tidak semua keinginan itu cinta.
2. Hubb bermakna rasa suka yang melalaikan.
Dalam Al Qur'an surat sad:32 disebutkan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَقَالَ اِنِّيْٓ اَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَنْ ذِكْرِ رَبِّيْۚ حَتّٰى تَوَارَتْ بِالْحِجَابِۗ
Maka, dia berkata, “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai ia (matahari atau kuda itu) bersembunyi di balik tabir (hilang dari pandangan).
(Ṣād [38]:32)
Ayat tersebut menjelaskan kesukaan Nabi Sulaiman melihat kuda kuda yang bagus, Sampai beliau lalai kepada Allah.
3. Hubb bermakna menyukai orang taat
Dalam Al-Qur'an surat Ali Imran:159 Allah berfirman
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.
(Āli ‘Imrān [3]:159)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah menyukai orang taat, yakni yang bertawakal kepada Allah.
Jadi setidaknya ada tiga makna cinta dalam Al-Qur'an, cinta mana yang kau rasakan ?
Wallahu 'alam
Komentar
Posting Komentar