Tahu Banyak Banyak Tahu
AUTIS
Oleh : Maliha Arsyifa
Pengertian Autis
Autis berasal dari kata “Autos” yang berarti diri sendiri dan “isme” yang berarti suatu aliran. Berarti autisme adalah suatu paham yang tertarik hanya pada dunianya sendiri.
Autis adalah suatu gangguan perkembangan yang komplek menyangkut komunikasi, interaksi sosial, aktifitas imajinasi, gangguan sensoris, pola bermain, perilaku, dan emosi.
Etiologi (Penyebab Autis )
Faktor Psikologis dan Keluarga
Beberapa ahli (Kanner dan Bruno Bettelhem) menganggap autisme sebagai akibat hubungan yang dingin, tidak akrab antara orang tua (ibu) dan anak. Demikian juga dikatakan, orang tua atau pengasuh yang emosional, kaku, obsesif, tidak hangat bahkan dingin dapat menyebabkan anak asuhnya menjadi autistik.
Faktor Biologis
1. Faktor genetik
Faktor ini Yaitu keluarga yang terdapat anak autis memiliki resiko lebih tinggi dibanding populasi keluarga normal. Manusia normal mengandung 46 kromosom, atau dapat dikatakan 23 kromosom dari laki-laki dan 23 kromosom dari perempuan. Sedangkan kromosom manusia yang tidak normal memiliki 45 atau 47 buah kromosom. Kromosom yang tidak normal inilah yang membawa sifat keturunan gangguan mental.
2. Pre Natal ( Masa Kehamilan )
A. Lama masa kehamilan
Usia kehamilan normal pada ibu hamil yaitu 37-42 minggu. Bayi yang lahir prematur (sebelum usia kandungan cukup bulan) mempunyai risiko tinggi mengidap autis. Demikian juga jika lahirnya lebih lama dari masa kehamilan normal, risiko mengidap autis juga sama tinggi.
B. Obesitas
Kenaikan berat badan terlalu banyak ditemukan pada kasus preeklampsi (tekanan darah disertai protein dalam urine) dan eklampsi (kejang daam persalinan), Sehinnga ibu yang obesitas beresiko 67% lebih besar melahirkan anak yang menyandang autis.
C. Diabetes
Ibu yang menderita diabetes berisiko 2,3 kali lebih besar memiliki anak dengan gangguan perkembangan (autis) dibandingkan ibu dengan kondisi sehat.
D. Perdarahan selama masa kehamilan
Perdarahan selama kehamilan sering bersumber dari placenta complication yang menyebabkan gangguan perkembangan otak. Perdarahan pada awal kehamilan berkaitan dengan kelahiran prematur dan memiliki berat bayi yang rendah, dimana kondisi ini sangat rentan terjadinya autis.
E. Usia orang tua saat hamil
Perempuan usia 40 tahun memiliki risiko 50 persen memiliki anak autisme dibandingkan dengan perempuan berusia 20-29 tahun. Hal ini diduga karena terjadinya faktor mutasi gen .
F. Zat-zat aditif yang mencemari otak anak
Asupan MSG (Mono Sodium Glutamat), Protein tepung terigu (gluten), dan protein susu sapi (kasein), Zat perwarna, Bahan pengawet dan Polutan logam berat dari campuran bahan kimia tersebut jika sering dikonsumsi oleh ibu hamil akan melahirkan anak autis.
Faktor Sosio Kultural
Faktor sosio kultural Yaitu faktor yang berlangsung dalam lingkungan hidup (kehidupan sosial). Faktor ini mempunyai daya dorong terhadap perkembangan kepribadian anak seperti menjadi korban prasangka dan diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras, politik, dan sebagainya,
Pada ahirnya, usaha maksimal adalah porsi iktiyar manusia, namun Allah lah yang menentukan kehidupan manusia.
Wallahu 'Alam.
Penulis, alumni PP Almuna, mahasiswi tingkat akhir jurusan PGMI IAIN Syeikh Nurjati Cirebon
Komentar
Posting Komentar